Beberapa kali mencoba membuka pintu, tapi hasilnya tetap nihil. Tak habis pikir, Gisa berjalan menuju balkon. Berharap jika ia bisa turun dari sana. Tapi sesuatu yang tak disangka-sangka membuat Gisa membisu. Ia terkejut melihat laut lepas di sekelilingnya. Tinggi balkon membuatnya kembali berusaha untuk membuka pintu. Selama usahanya sedang berlangsung, seseorang membuka pintu dari luar. Tubuh Gisa terjatuh karena pintu tiba-tiba terbuka dan menghantam tubuhnya. Rasa tersengat listrik, semua sakit di tubuhnya muncul secara bersamaan. Air mata rasanya ingin menetes karena saking sakitnya, apalagi kaki bekas tembakan terasa sangat menyakitkan dan membakar bagian daging-dagingnya. "Gisa!? Kamu nggak pa-pa?" tanya sang pembuka pintu. Suara bariton itu sangat familiar di pendengaran Gisa. R

