Gisa melangkahkan kaki memasuki gedung tempat ia bekerja. Ia menyapa setiap karyawan yang berpapasan dengannya. Gisa tergesa-gesa berlari memasuki lift yang akan segera tertutup. Tapi sayangnya, lift sudah terlebih dahulu tertutup sebelum ia masuk ke dalam. Dengan sabar, ia menunggu lift berikutnya. Satu persatu, karyawan lain ikut berdiri di sebelah nya. Tak lama kemudian, pintu lift pun terbuka. Semuanya berbondong-bondong masuk ke dalam. Karena Gisa yang pertama kali masuk ke dalam, ia menjadi terdorong ke bagian paling belakang. Gisa paling tidak suka ditempat yang sempit dan berdesak-desakan. Ia mencoba untuk memalingkan wajahnya ke bawah dan menutup matanya. Ia berharap cepat sampai di lantai yang ia tuju. "Kalau tahu begini, lebih baik tadi naik tangga saja." batin Gisa merutuk

