24 | Cemburu

1210 Kata

Terlihat dari luar, Gisa terlihat sangat fokus dan tidak peduli tentang keberadaan Darel, tapi di dalam Gisa merasa sangat risih karena di ruangan itu hanya ada mereka berdua. Walaupun Darel hanya diam dan beberapa kali memperhatikan Gisa. Namun hal itulah yang membuat Gisa semakin canggung. Gisa sama sekali tidak fokus melanjutkan menggambar sketsanya. Ia malah berpikir keras untuk mencairkan suasana atau menyuruh Darel untuk pergi meninggalkannya sendiri. "bapak tidak makan?" tanya Gisa mencoba mencairkan suasana yang hening. "Kamu sendiri nggak makan? Saya membelikannya untuk kamu. Lagi pula saya juga sudah makan sebelum membelikan kamu makanan." jawab Darel. "Kamu nggak bosan apa menemani saya di sini?" tanya Gisa berusaha membuat Darel mengerti apa maksud dari perkataannya. Bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN