bc

Cinta Anita (season 2) TAMAT

book_age18+
3.1K
IKUTI
15.1K
BACA
billionaire
love-triangle
self-improved
dare to love and hate
drama
sweet
loser
office/work place
first love
lies
like
intro-logo
Uraian

SINOPSIS Cinta Anita (season 2)

Raka harus kembali menikahi mantan istrinya Anita. Wanita itu lumpuh dan setengah ingatannya hilang karena kecelakaan, yang wanita itu ingat Raka masih menjadi suaminya. Sedangkan suami Anita dan anaknya meninggal dalam kecelakaan itu.

Awalnya Raka menolak keinginan ibunya untuk menikahi Anita kembali, dia tidak ingin membuat wanita itu membenci dirinya. Tetapi pada akhirnya Raka menyetujuinya demi kebaikan wanita itu. Selain itu anak kandung Raka yang selama ini diasuh oleh Anita begitu membencinya.

Hingga akhirnya suami Anita datang kembali, ternyata Benny, pria itu belum meninggal.

Bagaimana akhir cerita cinta Raka?

Terbit Juni 2021

Selesau Juni 2021

chap-preview
Pratinjau gratis
Bagian 1 – Kenyataan
Bagian 1 – Kenyataan --------------------- Singapore, 8.40 PM Pov’s Raka...   Aku memandangi keindahan Orchard Road dari balkon apartementku. Sudah delapan tahun aku menetap di kota ini seorang diri. Di tengah keramaian dan kemewahan di Negara ini, aku merasa sangat kesepian. Untuk kesekian kalinya aku mengusap wajahku gusar, lalu aku menyalakan rokok ku kembali. Napasku berhembus kencang dan tertunduk lesu.   Selama delapan tahun ini aku mencoba melupakan Anita tapi aku masih belum bisa melupakan mantan istriku itu. Selain itu aku juga sangat merindukan anakku Khansa, sudah bertahun-tahun aku tidak pernah datang menemuinya atau sekedar menanyakan kondisinya saat ini. Seandainya saja Tuhan memberikanku kesempatan kedua, aku berjanji untuk memperbaiki semua kesalahanku kepada mereka.     Memperbaiki semua kesalahan pada Adikku Benny yang telah mencoba merusak kehidupannya. Kesalahanku kepada ibuku karena telah menyakiti hatinya. Kesalahanku kepada Anita yang sering bersikap kasar padanya dan selalu menyakiti hatinya di saat dia masih bersamaku, bahkan aku nyaris memperkosanya karena aku tidak ingin dia meninggalkanku waktu itu. Dan juga kesalahan kepada anakku Khansa karena telah menelantarkannya begitu saja.   Tapi kini aku sudah tidak bisa berbuat apapun untuk menebus semua kesalahanku, karena bagiku kesalahanku tidak bisa dimaafkan oleh mereka. Penyesalanku kini sudah tidak artinya lagi, Tuhan sudah menghukumku sekarang. Rasa penyesalan dan rasa bersalah ini akan ku bawa hingga ku mati.   Anita sudah bahagia bersama Benny, aku senang jika orang yang sudah ku sakiti telah hidup bahagia. Namun, di lain sisi hatiku sangat sakit jika membayangkan Anita hidup bahagia bersama adikku Benny.  Aku kembali menghembuskan napasku dengan hati sesak.   Tuhan seandainya saja waktu bisa diputar kembali, sekali lagi izinkan aku untuk memperbaiki semua kesalahanku kepada Anita, aku sangat mencintai wanita itu Tuhan.   Drett...Drett...   Tiba-tiba ponselku bergetar, aku langsung mengambil ponselku di atas meja. Aku mengerutkan keningku ketika melihat nama 'mama' di layar ponselku. Aku mengangkatnya dengan helaan napas, ini pertama kalinya setelah delapan tahun ibuku meneleponku kembali.   "Halo Ma..." kataku serak, sudah lama aku tidak berbicara dengan ibuku.   "............................"   Sedetik kemudian airmataku menetes ketika mendengar semua perkataan ibuku, tanpa berpikir panjang aku langsung berlari ke kamarku dan membereskan semua pakaian dan barang-barangku yang penting. Setelah selesai, aku  melesat menuju parkiran dan mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi menuju bandara.   ❀✿•♥•✿❀   Beberapa jam kemudian…   Aku baru saja tiba di bandara Indonesia beberapa menit yang lalu. Perjalananku dari Singapore ke Indonesia tidak membutuhkan waktu yang panjang. Lalu aku melambaikan tanganku ke sebuah taxi yang berhenti di depan pintu bandara, aku langsung masuk ke dalam taxi itu sambil memasukan koperku.   "Rumah sakit xvx Pak... cepat pak saya terburu-buru!" kataku panik kepada supir taxi.   Tidak lama mobil taxi itu berjalan dengan kecepatan sedang. Aku langsung memijit keningku. Semoga saja tidak terjadi sesuatu Tuhan, doaku dalam hati.   ❀✿•♥•✿❀ Setelah dua jam perjalanan karena macet, akhirnya aku tiba juga di depan rumah sakit ini. Aku langsung melesat masuk ke dalam rumah sakit setelah membayar taxi. Aku berlari menuju dalam rumah sakit dengan wajah panik dan gusar. Kemudian aku berjalan cepat menuju ruang informasi tapi tidak ada penjaga disana, tanpa berpikir aku langsung mencari ibuku di rumah sakit ini.   Aku terus menyusuri lorong rumah sakit ini. Namun, langkahku terhenti ketika melihat ibuku menangis di taman rumah sakit. Aku menghampiri ibuku yang sedang menangis disana dengan tubuh bergetar.   "Ma..." panggilku pelan membuat ibuku menoleh. Ibuku terkejut saat melihat kedatanganku, dia langsung memelukku erat.   "Benny… Raka! Benny..." Serunya terputus-putus, "Dia sudah tidak ada...cucu mama juga sudah tidak ada!" Isak ibuku dengan suara parau dan melemah di pelukanku.   Aku yang mendengarnya tidak bisa menahan airmataku, jantungku seakan berhenti berdetak mendengar kabar buruk ini. Ketika ibuku memberi tahu bahwa Benny dan Anita kecelakaan aku langsung melesat ke Indonesia, aku berharap mereka baik-baik saja. Tetapi setibanya aku di sini, aku menerima kabar jika adikku Benny meninggal.   "Benny sudah dimakamkan kemarin bersama anaknya... mama tidak sanggup Raka kehilangan Benny dan cucu mama... mama sangat menyayanginya mereka..." Ucap Ibuku menangis kencang, aku hanya terdiam dan mencium kening Ibuku.   "Bagaimana dengan Anita Ma?" tanyaku lirih, sejak tiba disini aku tidak melihat sosok Anita. Aku sangat cemas memikirkan kondisinya, aku tidak bisa membayangkan kondisinya jika wanita itu tahu bahwa suami dan anaknya telah meninggal dunia.   "Anita dia lumpuh dan dia juga lupa dengan setengah ingatanya, yang dia ingat kamu adalah suaminya Raka..." ucap ibuku membuatku terperangah, "mama tidak sanggup Raka, bunuh mama saja Raka!" hardik ibuku kepada dirinya sendiri.   Ya Tuhan kenapa harus seperti ini? Aku memejamkan kedua mataku dan menangis tertahan dengan tangan masih memeluk erat ibuku.     ❀✿•♥•✿❀   Beberapa jam kemudian...   Mataku terus memandangi sosok tubuh Anita yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit dari luar kamar rawatnya, lukanya sangat banyak terutama di bagian wajahnya dan lengannya. Aku tidak sangup melihat kondisinya seperti ini. Kata ibuku mereka kecelakaan ketika ingin menghadiri pertunjukan sekolah Khansa, saat itu mobil mereka di tabrak oleh sebuah truk besar, supir yang mengendarai truk tersebut melarikan diri begitu saja setelah menabrak mereka.   Aku membuka knop pintu dan mendorongnya perlahan. Aku masuk dan berjalan menghampiri Anita. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, tapi kenapa di saat aku bertemu dengannya dia harus seperti ini. Setelah berada dihadapannya aku tidak bisa menahan airmataku, wajahnya tampak begitu pucat. Namun, sinar kecantikannya masih terlihat jelas.   Aku tidak tahu bagaimana perasaan Anita jika dia bangun dan tahu semuanya, bahwa suami dan anaknya telah meninggalkannya. Aku tidak bisa membayangkan semua itu.   Aku mencoba menggengam tanganya, tanganya begitu dingin. Anita, wanita itu melupakan sebagian ingatannya karena benturan yang keras di kepalanya akibat kecelakaan kemarin. Kecelakaan yang pernah di alami oleh Anita, waktu aku nyaris memperkosanya membuat kepalanya cedera parah. Dokter bilang jika waktu itu Anita tidak mengalami cedera di kepalanya, kemungkinan kecil dia akan melupakan sebagian ingatannya ketika kecelakaan yang menimpanya baru-baru ini. Aku sangat bersalah kepada Anita karena telah membuat hidupnya seperti ini. Yang membuat hatiku sesak, dia masih mengira aku adalah suaminya. Aku tidak ingin membohongi Anita, jika dia bangun nanti aku akan menceritakan semuanya kepadanya. Aku akan mengatakan semua kebenaran padanya, walaupun aku harus menyakiti hatinya itu.   Sebelumnya aku tidak pernah mencintai seorang wanita seperti ini, tetapi semenjak aku kehilangan Anita di dalam hidupku membuat hidupku terasa hampa dan kosong. Aku ingin hidup sekali lagi, jika itu terjadi, aku akan membalas perasaan Anita ketika dia mencintaiku dan bersamaku. Bertahun-tahun aku berteman dengan luka di hati ini, ketika aku membuka mataku hanya kesepian dan kesedihan yang memelukku. Sejujurnya aku tidak bisa hidup tanpanya.   "Mama!" seru seseorang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Anita dirawat, dia berjalan cepat kearah Anita, aku langsung mundur perlahan dengan mata terus memandanginya. "Ma, aku mohon bangun Ma... aku sayang Mama, aku nggak mau mama ninggalin aku seperti Papa Ma..." isaknya menangis memeluk Anita. "Ma, aku menang lomba membaca puisi dan lomba fisika!" serunya berusaha tersenyum sambil menunjukan piagamnya kepada Anita. "Ma... aku Mohon Bangun..." serunya kembali ketika tidak ada respon dari Anita.   Gadis yang sedang menangis itu adalah Khansa anakku, Ya Tuhan ternyata dia sudah sebesar ini dan dia memakai pakaian sekolahnya berwarna putih biru, dia sudah SMP? Aku hanya tersenyum memandanginya. Ingin sekali rasanya aku mengusap rambutnya yang sedang menagis dan menenangkan hatinya, tapi aku tidak mungkin melakukan hal itu. Aku tidak ingin menyakiti hatinya. Aku sangat merindukan putri kecilku, Khansa.   "Khansa!" seru Ibuku dengan wajah marah diambang pintu.   Ibuku langsung menarik tubuh Khansa dengan kencang, lalu membawanya keluar kamar inap. Aku yang melihat Ibuku menarik kasar tubuh Khansa anakku, langsung mengikutinya dengan pandangan penuh tanda tanya. Aku merasa heran dengan ibuku, kenapa dia bersikap kasar kepada anakku?   "Saya sudah bilang, jangan pernah menemui anakku lagi!" teriak Ibuku sambil mendorong tubuh mungil Khansa. Aku yang melihat itu langsung menarik lengan Khansa agar dia tidak terjatuh ke lantai.   "Tapi kenapa Nek? Dia kan mamaku." Tanya Khansa terisak.   "Dia bukan mama kamu! Gara-gara kamu, hidup anakku hancur! Aku harus kehilangan anak dan cucuku gara-gara kamu! Seandainya saja mereka tidak datang ke sekolahmu mereka pasti akan masih hidup! Dasar pembawa sial!" Hardik Ibuku.   Khansa langsung berlari meninggalkan ibuku dengan menangis. Aku yang melihat pemadangan itu hanya berdiri kaku melihat pertikaian itu.   Aku tidak percaya ibuku bisa bertindak kasar kepada seseorang, apalagi orang itu adalah cucunya sendiri. Pada diriku saja Ibuku tidak pernah bertindak seperti itu, walaupun aku sering menyakitinya. Ibuku menangis dan tertunduk lemah, dia terduduk dikursi tunggu dan menangis sejadi-jadinya.   "Mama sangat membenci anakmu Raka, sangat membencinya. Entah kenapa mama sangat membencinya." Ucapnya disela tangisnya. Aku hanya terdiam dan memandangi wajah ibuku yang semakin menua. "kamu tahu Raka, sejak kamu pergi bertahun-tahun tanpa kabar. Anita dan Benny sangat menyayangi anakmu itu, mama tidak tahu apa yang ada dipikiran mereka berdua mau-maunya merawat anak kamu itu! Sedangankan orang tuanya saja malah menelantarkannya!" maki ibuku kepadaku.   Hatiku sangat teriris mendengar semua makian ibuku kepadaku, “ma, maafkan aku…” kata ku akhirnya.   Ibuku menatapku dengan sorotan kebencian, “maaf mu sudah tidak artinya lagi Raka!” Balasnya membuatku menatapnya tertegun, "Jujur saja mama tidak ingin memberi tahumu tentang semua ini, tapi mama terpaksa memberitahumu untuk kebaikan Anita. Mama tidak ingin dia menderita jika tahu hal yang sebenarnya, bahwa anak dan suaminya telah meninggal dunia! Kehidupan mereka sangat bahagia sebelum semua ini terjadi, satu hal yang paling buat Mama sedih mama harus kehilangan cucu lelaki Mama. Ini semua gara-gara anak kamu!" maki ibuku kepadaku. "Ini semua gara-gara anakmu Raka, mama sangat membencinya! Mama juga benci kamu Raka! Ini semua gara-gara kamu juga!" hardiknya menangis menunjuk-nunjuk wajahku.   Aku langsung menari tangan ibuku dan memeluknya erat. Aku tidak tahu harus berkata apa kepada ibuku, sungguh aku tidak tahu.   Maafkan aku ma...   ❀✿•♥•✿❀

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook