40. Firasat Seorang Istri

2005 Kata

Abi menyusul masuk lalu mengunci pintu kamar dan segera memeluk Zoya yang sudah berdiri menghadap kaca besar di sana, memandang keluar dengan gamang. "Maaf." "Kenapa kamu nggak terus terang sama aku sih, Yah?" Zoya menepisnya, berbalik menghadapnya. "Kalau aku tau dari kamu atau dokter--nggak akan sesakit ini Abi...," Zoya memecahkan tangisnya di dekapan Abi. "Maafkan aku sayang...," Abi mendekapnya sangat erat, "aku hanya ingin menjaga perasaan kamu sayang." "Apa yang terjadi Abi..., apa aku nggak bisa punya anak?" lirihnya. "Bisa sayang, hanya saja ... kandungan kamu akan sangat lemah. Kita temui dokter Zakia besok, ya. Tolong tenanglah. Percayalah padaku semuanya akan baik-baik saja. Ayo sini berbaringlah, aku akan selalu di samping kamu apa pun yang terjadi." Abi membawanya berbar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN