Sesak. Sakit. Setiap perempuan pasti akan merasakan hal yang sama ketika mendapati perempuan lain datang dan mengatakan bahwa suaminya adalah ayah dari anak perempuan itu. Telinga terasa tuli, mata terasa buta, dan mulut terasa terkunci tak bisa berbuat apapun, hanya air mata dan isak tangis yang tersisa. Punggung sempit itu terus bergetar, kedua tangannya yang mencengkram dua benda pun seolah tak mau kalah. Bergetar hebat dengan semakin meremat kertas putih itu juga sebuah potret sepasang insan di dalam satu bingkai yang sama. Bukan ... itu bukan potretnya dengan Dafi. Namun justru potret Dafi bersama perempuan lain—Rena yang ia temukan tergeletak di dalam nakas. Dafi ... kenapa? Kenapa jadi seperti ini? Laura menangis pilu, mempertanyakan kebahagiaannya yang tidak

