PLAK! “Apa yang kamu lakukan pada anakku Dafi?! Kamu mengkhianatinya?! Hah?! Kamu menghamili perempuan lain?!” “Pa Dafi mohon biarkan Dafi bertemu dengan Laura lebih dulu. Dafi harus berbicara pada Laura Pa, ini kesalah pahaman. Aku bersumpah ini pasti hanya kesalah pahaman!” “Kesalah pahaman macam apa ini?!” Plak! Darma menampar Dafi dengan sebuah kertas putih. “INI YANG KAMU SEBUT SALAH PAHAM HAH?!” Dafi meraih kertas tersebut, membacanya sesaat dengan kepala menggeleng kecil. “Tidak Pa! Tidak! Ini pasti kesalahan Pa! Ini kesalahan! Dafi mohon Pa, berikan Dafi kesempatan untuk membuktikannya! Dafi mohon Pa! Biarkan Dafi bertemu dengan Laura lebih dulu.” “Bertemu Laura? Anakku saja sudah tidak sudi melihat wajahmu! Sekarang sebaiknya kamu angkat kaki dari rumah

