Dafi duduk lemas di atas kursi meja makan seraya mengurut keningnya yang terasa pening. Hari ini morning sickness yang ia rasakan terasa lebih parah daripada sebelumnya. Mualnya masih belum bisa teratasi bahkan sampai jam enam pagi. Padahal biasanya ketika fajar terbit semua rasa mualnya akan menghilang, akan tetapi sekarang saat matahari bahkan sudah terbit rasa mualnya masih tersisa, yang parahnya adalah Dafi malas makan. Semua makanan yang berada di hadapannya itu tidak menggugah seleranya sama sekali. Tidak ada yang menarik padahal Andini sudah susah payah datang dari subuh hanya untuk memenuhi rasa inginnya. “Dafi ... kamu akan terlambat kalau kamu masih duduk di sini, makan ya nak?” ujar Andini membujuk sang putera yang hanya meneguk segelas kopi. “Bunda udah buatin pepes ayam k

