Valen menatap bayi mungil itu lekat, entahlah dia merasa harusnya anak semungil ini sedang berada di dekapan ibunya merasakan kehangatan dan kasih sayang seorang ibu. Namun Valen sendirilah yang telah membunuh ibu dari bayi mungil di hadapannya ini, tangan Valen terulur mengusap lembut pipi bayi cantik yang ia beri nama Mika itu. "Maafkan aku, tapi aku janji aku akan menjagamu lebih dari ibumu sendiri." Gumam Valen pelan. Ceklek Valen menoleh ke arah pintu, melihat siapa gerangan yang berani masuk ke kamar babynya tanpa izin. Valen menatap datar seseorang yang tengah berdiri di ambang pintu sambil menatapnya lekat, siapa lagi yang akan Valen biarkan bersikap kurang ajar padanya kecuali Zeesya. "Hei ibu muda." Sapa Zeesya menggoda Valen yang masih setia berada di samping Mika. "K

