Chapter 33

1007 Kata

Pekerjaan hari ini lumayan menguras tenaga Devan, ia memutuskan untuk meminum kopi disebuah cafe dengan desain minimalis namun sangat klasik.  Devan memesan segelas Americano, setelah pesanannya datang Devan segera menyesap kopi itu dengan pelan menikmati setiap detik demi detik yang sedang dilaluinya.  Devan memejamkan matanya, membayangkan wajah gadisnya saat dulu pertama kali kembali ke Indonesia. Wajah nakalnya, wajah penuh kemenangannya jika dirinya selalu kalah saat berhadapan dengannya.  Wajah manis gadisnya ketika menolak kembali ke kelas, wajah sumringahnya ketika Devan menyatakan perasaannya.  Meskipun telah pergi begitu jauh, namun Devan selalu merasakan kehangatan dari gadisnya. Seakan akan gadisnya masih berada di sisinya, Devan selalu merasa Valen masih berada di dunia ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN