s**t!! Apa apaan ini, Kenapa ada wanita lain di rumahku? Siapa yang membawa jalang kedalam rumahku.
"Kau sudah kembali ternyata."
Dia yang membawanya? Oh dia ingin bermain main denganku rupanya.
"Oh uncle, begitu kesepian kah dirimu sampai membawa seorang jalang kerumahku?."
Ucapku tenang namun menyakitkan.
"Carl jaga bicaramu itu, dia kekasihku."
Aku tersenyum kecut, wanita model seperti ini dijadikan kekasihnya? Apa seleranya gadis seperti ini?
"Oh benarkah?."
Tanyaku dengan nada girang namun tersirat kekesalan di sana.
"Hai namaku Valen, aku keponakannya."
Sapaku sambil menyodorkan tangan.
Whats!
Dia pikir tangannya suci hingga tidak mau menerima uluran tanganku? Baiklah dia mau mengajakku bermain, aku suka bermain jadi baiklah mari kita bermain.
"Uh tanganku pegal."
Kataku sambil tersenyum miris, menggelikan sekali, dia hanya memandangku acuh tak acuh.
"Kenya dia keponakanku."
Oh ayolah Devan jangan mengaku ngaku aku keponakanmu, aku lebih suka di juluki pemanasmu.
"Well, hanya ingin mengingatkan jika kau lupa. Jangan membawa jalang kerumahku."
Ucapku sinis dengan tegas, wanita itu menatapku dengan tatapan menyalang.
"Carl!."
Shit! Dia membentakku.
"Jaga mulutmu, jangan membentaku Devan. Aku tidak suka mulutmu kasar seperti itu pada tuan rumahmu sendiri."
Timpalku tenang, aku tidak suka berbicara sarkas pada keluargaku sendiri. Iya keluargaku mungkin.
"Dan ku ingatkan dia tidak pernah bersungguh sungguh mencintai seseorang, karena semua wanita hanya dijadikan pemuas nafsunya."
Aku menyeringai puas menatap wajah pias jalang sialan itu.
"Carl kumohon jangan berbicara kasar pada kekasihku."
Haha apa aku tidak salah dengar? Dia memohon padaku? Lalu siapa yang perduli dengannya?
"Lupakan Dev, aku baik baik saja. Keponakanmu sungguh manis."
Cuih jalang sialan, aku ingin menampar wajah ularnya sekarang juga, lebih baik aku pergi meninggalkan Devan dan wanita sialan itu.
Aku benci Devan bersama orang lain, ya aku cemburu. Aku sudah menyukainya sejak lama, dari awal aku melihatnya saat kelas 2 SMP.
SHIT! aku benci di acuhkan Devan sangat sangat benci! Lihat apa yang akan ku lakukan Devan, jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu nantinya.
"Lakukan apapun yang kau mau Dev, karena sebentar lagi bukan aku yang mengejarmu namun sebaliknya."
Ya aku berjanji akan membuatmu memohon padaku untuk menyisakan ruang di hatiku untukmu Dev.
Valen pov end
Devan mengacak rambutnya kasar, mulut dia merutuki mulutnya yang dengan santainya menyebut bahwa Kenya adalah kekasihnya. Kenya hanyalah teman lamanya yang selalu mengejar ngejar Devan, dia begitu terobsesi pada Devan namun Devan tidak menyukainya sama sekali. Devan tau meskipun Valen terlihat seperti w*************a namun gadis itu hanya bersikap seperti itu padanya, namun Kenya? Dia dengan gampang menggoda pria manapun yang ia inginkan.
"Dia pasti marah padaku."
Gerutu Dev, dia sangat bodoh menurut dirinya sendiri.
Jujur Devan juga menyukai keponakannya itu, meskipun usia mereka terpaut 7 tahun.
Devan tidak bisa memungkiri kecantikan Valen, dan tubuhnya yang membuat Devan bisa turn on hanya dengan memandangnya saja, fantasi fantasi gila sering bermunculan di dalam otaknya ketika mengingat betapa indah tubuh gadis belia itu.
"s**t!."
Devan mengumpat kasar pada dirinya sendiri, niat bercandanya malah berujung perseteruan dengan gadisnya.
❄❄❄❄