Ririn tampak diam saja setelah itu,dia tidak menjawab mau atau tidak pergi bersama Bastian,hati nya masih terasa sangat sakit jika teringat tamparan Bastian tempo hari. Eka sudah datang dengan makanan yang di pesan Ririn,tampak sangat enak sekali. “waaww,,aku rindu masakan kamu Eka.” Ririn bertepuk tangan kecil,seperti anak kecil di berikan permen. “Selamat makan Buk,saya pamit ke belakang dulu.” Eka masih banyak pekerjaan di dapur, ada piring dan beberapa peralatan memasak yang belum dia bersihkan. “Aku makan duluan.” Ririn tidak menunggu atau mengajak Bastian untuk makan bersama. “Sangat asing ya rasa nya, tinggal di rumah yang sama,tapi kamu sangat menjauhi ku, aku merasa kamu semakin jauh sayang, aku rindu saat kita berdua saja di rumah ini.” Bastian merindukan waktu itu, dia ingin

