Di rumah Ririn Dia masih kepikiran tentang keadaan Nisa, hatinya tidak bisa membenci dua orang yang sudah menyakiti nya begitu dalam, rasanya dia ingin memukuli mereka berdua hingga puas, tapi hati nurani yang masih suci itu, masih menyimpan rasa iba kepada Bastian dan Nisa. "Membalas mereka dengan cara apa lagi? Tuhan langsung mengambil semua dari Bastian, rumah tangga kami hancur,anaknya yang tidak bisa diselamatkan sebelum lahir ke dunia ini, dan juga Nisa yang mengalami kanker darah. Apakah aku yang jahat di sini? Apakah aku tidak boleh lagi menyimpan kepada mereka?" Ririn tampak gampang dengan semua keadaan yang berbalik jauh dari apa yang diharapkan nya. "Aku harus melakukan apa sekarang?" Ririn tidak bisa memejamkan matanya sedikit pun, pikirannya terus melayang ke mana-mana, sa

