Inri dan Yusuf sudah sampai di kota, mereka segera menuju rumah sakit, menemui Nisa yang masih sendiri di rumah sakit. Menaiki taxi online,yang sudah di pesannya, perasaan di hatinya campur aduk, antara ingin marah dan mengamuk kepada Bastian dan keluarga nya. "Pa, jangan marah di hadapan Nisa,dia sedang sakit, jangan sampai dia banyak pikiran dan kondisi kandungan nya bisa tidak berkembang." Inri terlebih dahulu memperingatkan suaminya untuk tidak mengamuk di hadapan Nisa. "Kamu masih mau menyuruhku untuk menahan emosi, sementara anakku sendirian di rumah sakit dalam keadaan hamil tanpa ada keluarga Bastian di sampingnya." Terdengar suara bentakan Yusuf. "Kamu tidak tahu apa-apa tentang ibu hamil, memang kamu akan puas setelah memarahi atau memukul Bastian, tapi kamu tidak akan tahu b

