Perdebatan terus terjadi antara Yusuf dan Nisa,kadangkala Nisa mengusir papa nya sendiri dari uang rawatnya,merasa semakin terbebani dengan kehadiran Yusuf. Berbeda dengan Inri yang selalu menyemangati Nisa,entah apa yang membuat dia merasakan Nisa akan pergi, kehamilan yang tidak wajar menurut nya. Dr Randi, yang tidak sengaja melihat Yusuf di koridor rumah sakit,menemui nya,dan mengajak bicara di ruangan nya,mendengar perkataan Yusuf yang sellau berteriak kepada nisa membuat dr Randi merasa sakit hati sekali,setelah dia tahu keadaan Nisa,apakah Yusuf akan berteriak seperti ini kepada Nisa? “Silahkan masuk pak.” Dr Randi membuka pintu ruangan nya,dan Yusuf masuk,duduk di sofa yang ada di ruangan dr Randi. “Maaf pak,saya terpaksa harus jujur dengan kesehatan Buk Nisa,melihat perlakuan b

