Chapter 24

1648 Kata

Setelah cukup beristirahat, Nadia pun bangun. Dia dengan wajah khas bangun tidurnya menatap kesekeliling. Di ujung, masih ada Anggit yang menunggunya dengan mata yang terpejam. Nadia terperangah, “Eh, Anggit masih di sini? Nggak balik tuh anak?” Nadia merubah posisinya duduk dan melihat kearah jam yang ada di atas meja samping ranjangnya. Dia melihat waktu menunjukan sudah pukul lima sore. Dia menghela napas dan turun ke bawah. Dengan membawa tiang infus, Nadia mendekati Anggit yang masih tertidur. Dia menundukan tubuhnya dan mencoba melihat wajah pria itu yang tertidur lelap. “Kadang nyebelin, kadang baik, dasar Anggit!” Nadia menarik badannya dan lalu dia pergi keluar kamar. Kedua suster yang menjaganya mungkin juga sudah pulang, karena dia tadi ingat jam kerja mereka sampai pukul e

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN