Brak! Dengan kasar, seorang wanita dengan ekspresi yang datar hanya diam menatap kedua orang yang berbincang di dalam. Mereka berdua terkejut dengan suara pintu yang terbuka kasar, dan menatap kearah sumber suara. Nadia, dengan dadaa yang membusung memasuki ruangan milik Felix Caralos. Tas yang dia gunakan di letakan dengan kasar di atas meja Felix. Brak! Felix yang berada di tempat duduknya, menatap Nadia dengan aneh. “Nadia?” Nadia, menatap wajah Felix yang penuh luka merasa berdesir. Hampir saja dia akan luluh, dan langsung main pegang wajah Felix untuk mengecek luka pria itu, kenapa dia sampai mendapatkan luka tersebut. Kenapa… Namun dia masih sadari diri, niat dia datang kemari tidak untuk hal bodohh seperti itu. Nadia melipat tangan di depan dadaa, dan kemudian menatap tajam F

