Nadia berjalan masuk ke dalam kantornya. Dia berjalan sampai di ruangannya dan meletakan tasnya di tempat duduknya. Dia akan duduk, namun seseorang menghentikannya. “Nadia?” Nadia mendengarnya menoleh. “Eh, Mas Evan?” Evan, pria itu tersenyum tipis. Dia tersenyum dan menatap Nadia dengan lekat. “Saya dengar dari anak kantor kamu tidak berangkat sejak beberapa hari lalu. Kamu sakit?” Nadia mengerjapkan matanya. “Eh, kok Mas Evan tau?” “Iya. Dari anak – anak. Kebetulan kemarin mau mengajak kamu datang ke pesta ulang tahun Alika, anaknya Bu Arma. Malah kamunya tidak berangkat kantor.” “Eh, Alika ulang tahun? Wah, sayang banget aku nggak bisa datang Mas.” “Iya. Dia nyariin kamu. Katakan gini, ‘Kakak cantik mana? Kok nggak ikutan sih, Om Spider?’ gitu masa Nad.” “Haha, masih aja ya ngang

