Setelah bangun dari tidurnya, Nadia melihat ternyata waktu masih menunjukan dini hari. Perutnya terasa keroncongan, bagaimana tidak, dia tidak makan malam dan merajuk. Parahnya, kekasihnya bukan kekasih seperti kebanyakan orang lain, yaitu merayu dan menjadikan dia ratu. Yang ada mau kelaparan atau nggak, suka – suka personal. Dengan hati yang berat, Nadia bangun dari tidurnya dan keluar dari kamarnya. Dia turun kebawah untuk mencari sesuatu. Perutnya terusan berdemo ingin di isi sesuatu. Wanita itu melangkah ke dapur. Saat di dapur, dia membuka kulkas, barang kali ada yang bisa dia makan, mungkin maknanan sisa. Tapi, kulkasnya terkuras habis, kosong taka da apapun yang bisa dia gunakan untuk mengisi perutnya. Nadia dalam diam, berdecih kesal. “Cih, kenapa sih nggak ada yang bisa di ma

