Genggaman tangan yang erat, di lepas membuat senyuman terlihat di wajah manis Nadia Nazila Bramantyo. Wanita itu tersenyum senang sambil berjalan di atas jembatan dengan tangan yang merentang ke samping. Dia terus tersenyum sambil mencoba terus berjalan seimbang di atas jembatan. Dari ujung, seorang pria menunggu. Nadia pun menatap terus ke depan, hingga langkahnya selesai menyebrang jembatan, dan jatuh ke pelukan pria itu. Grap! Nadia memeluk pria itu dan tersenyum. Sementara pria itu ikut tersenyum meski senyuman tipis, hampir tak terdeteksi. "Sudah puas mainan di sungainya?" Nadia menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Terlalu di sayangkan jika pemandangan seperti ini di lupakan begitu saja. Jakarta hanya memiliki polusi, tidak alam seperti ini." "Tumben, bijak sekali. Apa ka

