32. Larangan Baru

1204 Kata

Pagi yang cerah ini, Jani kembali bekerja seperti biasa. Dia sudah menjelma menjadi gadis yang pendiam seperti biasa. Namun diamnya bukan karena sebagai silent treatment kepada semua orang, melainkan memang kembali seperti Jani yang dulu, yang cerewet saat bersama dengan orang yang sudah sangat dekat dengannya. Dia masih belum menghubungi Nadia. Ya jelas saja, Nadia pasti kecewa padanya. Tapi tunggu, bukanlah dulu Nadia suka menjodoh-jodohkan Jani dan Andra juga, harusnya Nadia senang mendengar kabar ini meski hatinya tentu terluka. Lagi pula, Nadia bukan abg labil yang akan marah hanya karena masalah cinta. Dia cukup dewasa untuk mengambil sikap. Jani tidak egois dengan berpikir seperti itu, kan? Seharusnya, Nadia memang turut bahagia kalau dirinya menyayangi Jani. Karena sadar sali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN