Hanin sedang menunggu Adam di tangga mushola. Ia mati-matian menahan kesal karena Adam belum juga muncul sejak bel pulang berbunyi. Sebelumnya, laki-laki itu bilang untuk menunggu Adam agar bisa pulang bersama. Tapi lihat, bahkan anak kelas Adam sudah keluar semua tapi entah kemana pacarnya itu. Hanin mendongak melihat langit yang mendung. Bermenit-menit ia terlena menikmati lamunan, Hanin langsung menoleh ketika seseorang duduk disebelahnya dengan menghembuskan nafas keras. Cowok dengan name-tag Adam A. Ragenta itu langsung menjatuhkan punggungnya ke lantai mushola yang dingin. Ia menetralkan nafasnya dan mengelap keningnya yang berkeringat. "Habis dihukum lari sama Pak Hari," jelas Adam sambil terengah-engah. Matanya terpejam menikmati dinginnya lantai. Hanin, yang padahal sedari tadi

