Senin kali ini terasa beda. Mulai dari Hanin yang malas bangun dan pergi ke sekolah, kemudian Hanin yang berangkat diantar sopir dan bukan lagi cowok 'itu', hingga moodnya yang sudah tidak sebaik biasanya padahal masih sangat pagi. Hanin turun dari mobil setelah menyalimi sopirnya, Mama membiasakan hal-hal seperti ini pada Hanin semenjak ia masih kecil. Perempuan itu merapikan poninya ketika ia berjalan masuk ke gerbang sekolah. Ia sesekali tersenyum dan melambaikan tangan pada adik kelas dan teman-temannya yang menyapa. Langkah kakinya terayun santai ke arah barisan teman-temannya di lapangan. Ya, karena hari ini hari senin dan mereka akan melaksanakan upacara bendera. Namun ketika melewati beberapa barisan kakak kelas, ia mendengar siulan-siulan dari senior. Hanin melangkah tak peduli

