Mimpi Buruk Yang Menghantui

1041 Kata

Alya menangis dan berlari keluar dari ruangan pemeriksaan, melihat hal itu membuat Biyan kaget. Biyan pun ikut berlari mengejar Alya. "Alya ..." panggilnya. Setelah keluar dari klinik, Alya berhenti berlari dan menghapus air matanya, ia tak ingin Biyan melihatnya menangis. Kini Biyan sudah berada di hadapan Alya. "Kenapa lari Al?" tanya Biyan sedikit penasaran. "Ayo kita pulang!" titah Alya. "Tapi -" "Aku bilang pulang!" bentak Alya memotong ucapan Biyan yang belum selesai berbicara. Tentu saja Biyan khawatir dengan gadis yang ada di hadapannya ini, kenapa emosi gadis itu begitu tidak stabil, padahal tadi dia baik-baik saja, kenapa sekarang malah marah-marah tidak jelas, Biyan semakin bingung karena tidak melihat Alya membawa obat apapun. Tetapi ia tak ingin bertanya leb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN