Di Jemput Ayang

1603 Kata

Alya menarik napas panjang sambil memegang satu kotak bedak padat, lalu meletakkannya ke rak dengan agak gemetar. Matanya sesekali melirik ke arah pengunjung mall yang lalu-lalang, tapi pikirannya jelas tak fokus pada pekerjaan. Alya dan Fathia sibuk menata kembali produk yang baru saja diantar. Kotak-kotak lipstik berwarna pastel berjejer. Alya, yang sejak tadi terlihat gelisah, akhirnya memberanikan diri membuka suara. “Fathia!” panggilnya pelan, suaranya terdengar sedikit bergetar. Fathia, yang tengah menata deretan lipstik di rak display, menoleh sambil menaikkan alis. “Apa, Al?” tanyanya tanpa menghentikan tangannya merapikan. “Aku mau curhat, Thia…” ucap Alya ragu. Fathia langsung mendelik, meletakkan lipstik terakhir ke tempatnya sebelum menoleh penuh pada sahabatnya itu. “Cu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN