. "Lanjut? Nggak?" Ulang Janaka masih menatapnya penuh gairah dan Agnes tentu merasa terintimidasi dengan tatapan mengiba itu. Apa yang harus ia lakukan? Adalah kekonyolan terbesar bila ia menyerah begitu saja untuk melanjutkan aksi mereka. Big no! "Kalo kamu sayang aku, aku yakin kamu nggak akan lakuin itu apalagi tanpa persetujuanku." Dengan suara bergetar Agnes berhasil menjawab keraguan dirinya sendiri. Untunglah ia masih punya otak yang waras! Janaka tersenyum sembari tangannya mengusak kepalanya,"Of course not, Princess. Aku nggak akan lakuin itu kok, mau aja dikerjain." "Tapi kamu nggak ngambek kan?" "Kenapa ngambek?" "Ya karena aku nggak mau..." Agnes tertunduk serba salah. "Hei, itu bukan masalah. Kok jadi serius sih? Ya ampun... Cinderella! Seinginnya aku nyentuh k

