Ketika Janaka berbisik kata 'Princess, I love you' di cuping telinga Agnes, getaran suara Janaka terasa sampai rumah siput. Padahal lelaki itu hanya berbisik padanya hingga membuat kupu-kupu menari-nari di rongga perutnya. Kemudian pelukan Janaka semakin erat diperutnya. Ditambah rematan di kaos yang Agnes pakai. Baru begini saja Agnes sudah deg-deg plas. Apalagi kalau... Kedua tangan itu merayap, menggelitik dua sisi tubuhnya. Janaka mengelusnya hingga lolos satu erangan yang membuat lelaki itu tersenyum senang. Kecupan kecil dan lembut dirasakan Agnes mulai dari cuping telinganya, tengkuk lalu maju ke rahang. Oh, ini menggoda sekali! Ingin rasanya Agnes berteriak, memekikan perasaan tergodanya, hingga ia harus merapatkan kedua pahanya. Apa ini? "Nes, mau nggak?" tanya Janaka. "Eoh?

