. Agnes mengernyitkan dahinya begitu mengambil ponselnya mendapati ada satu panggilan dari Janaka dan durasinya memakan waktu satu jam dan ini baru saja. Mencoba mengingat-ingat dan berpikir keras, bagaimana mungkin Janaka melakukan panggilan dan berlangsung selama satu jam tanpa ia sadari? Agnes memijat pelipisnya, merasa pusing dengan hal itu. Lalu ia memutuskan untuk tak ambil pusing, karena hentakan di kepalanya semakin mendera. Beberapa hari ini ia memang mengalami sakit kepala, mungkin efek dari sering menangis dan begadang. Dua hal yang mampu membuat kekebalan tubuh menurun, itu yang dia tahu. Mereka tiba di Ancol. Entah kenapa Ray malah membawa mereka ke sana. "Kamu bisa teriak ngadep laut, pasti lagi suntuk banget kan?" celotehnya tanpa rasa bersalah. Bagaimana Ray merasa bers

