. Dasi kupu-kupu itu ia lepaskan, tapi rasa sesaknya masih terasa. Janaka melenguh kesakitan, napasnya terasa berat. Seiring kilasan-kilasan ingatan yang tersusun layaknya puzzle. Keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya. Di benaknya tergambar dua orang saling bergandengan tangan, saling memeluk dan b******u. "Nakaaa!" Suara tawa berderai. "I love you," Janaka dengar itu suaranya sendiri. "Love you too..." Hanya sampai di situ, napas Janaka tersengal. Seseorang mengusap punggungnya. "Jak, kamu kenapa?" suara panik Tatiana menarik atensi Janaka dari lamunannya. Janaka menggeleng kuat-kuat, entah yang di lihatnya tadi itu berupa lamunan, halusinasi atau memori yang terendap. Suara dan bayangan wajah perempuan di ingatannya terlihat samar. Janaka tahu itu dirinya dan seorang pere

