. "Apa kabar, kamu baik-baik aja?" "Papi masih marah ya? Dia marahin kamu nggak?" "Jangan sedih aku nggak apa-apa," "Kamu tahu nggak yang bikin papi kamu nolak aku?" Agnes hanya membaca rentetan pesan itu. Telpon dari Janaka pun tak ia angkat. Ia kangen Janaka. Namun ia pun tak bisa serta-merta menuruti kata hatinya tanpa peduli kedua orang tuanya. Agnes mencoba mengorek keterangan dan membujuk Camelia untuk bicara, apa penyebab Ardan menolak Janaka. Lalu sikap Camelia pun berbeda, maminya itu berbalik mendukung Ardan. "Mami juga ikutan nolak Naka? Tapi apa sebabnya? Hal yang mudah untuk menghakimi seseorang Mi, tapi kalo Mami dan Papi nggak nanya ke Janaka langsung, atau ngejelasin apa pun, aku sama Janaka akan tetap bersama." Agnes akhirnya harus mengatakan hal ini. Camelia mena

