? • Rambutnya berkibaran diterpa angin. Salahkan dirinya yang nekad tak memakai helm dan tentu saja jadi masalah untuknya di depan sana. Janaka benar-benar nekad! Bagaimana ia bisa sebodoh ini hanya demi menemui Agnes? Ia melirik ke sebelahnya, ada pengendara dengan satu helm yang tergantung di atas dek motor. "Mas, boleh saya beli helmya?" tawar Janaka. "Hah?" Orang itu menoleh kaget. "Buruan, saya butuh banget." Janaka mengeluarkan dompetnya dan mengulurkan uang tiga lembar seratus ribuan. Seperti dihipnotis, lelaki itu memberikan helmnya begitu saja pada Janaka. Langsung ia memakainya walau agak menyesal juga, karena helm itu kurang safety. Tapi tak apa dari pada ia mesti ribut dengan polisi akan terlihat konyol nanti saat dirinya ngotot padahal bersalah. Janaka mesti bersyukur

