51. Perempuan dan perasaannya

1111 Kata

? • Matanya memerah karena memendam amarah, air matanya terus mengalir resah. Kedua tangannya terkepal seolah menahan rasa yang hendak meledak. Membayang di pelupuk matanya apa saja yang telah ia lakukan. Dari semua itu apa yang ia daapatkan selain cemooh dan caci-maki? Kepalanya menggeleng, apakah ia melangkah sudah terlalu jauh? Kenapa ia menjadi begini? Rasa sesal yang semakin menyesak dalam d**a, air mata pun semakin deras mengalir. Sungguh, ia tak rela kehilangan saat ini. Dia diajarkan untuk melakukan segalanya secara totalitas dan tak setengah-setengah. Namun sekarang, dititik ini, ia berada di ujung tanduk, ia berada di bibir jurang. Apa ia akan terjun ke jurang itu atau kembali? Kebaikan keluarga Angkasa tak bisa ia bayar tunai seperti janjinya dulu. Dirinya justru selalu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN