? • Lelaki itu menatap tajam ke arah perempuan yang tengah meminum segelas s**u sambil tertunduk. Tatiana takut-takut mendongak, tapi yang ditemukannya hanya tatapan dingin dan tajam. "Jak, a-aku..." "Benar dia anakku?" tanya Janaka dengan tatap penuh intimidasi. "D-dia jelas anakmu, Jak!" "Oh ya? Bisa aja dia anak Ignatius," Janaka menyipitkan kedua matanya. "Anak Tius? Nggak mungkinlah!" bantahnya. "Kita nggak pernah melakukan itu, A-na." Janaka sengaja menekan intonasi nama Ana di sana. "Laki-laki semua sama! Udah dapet enaknya malah cuci tangan lari dari tanggung jawab," sergah Tatiana. Janaka mendongak, memandang langit-langit apartemen Tatiana sambil mengembuskan napas. Berusaha untuk lebih sabar menghadapi Tatiana. "Mendingan lo jujur, An!" Indy maju tapi dihela Ray. "Oh

