. Baru saja Janaka mau menelpon Agnes, menanyakan keberadaannya, ponselnya keburu berdering. "Ya?" "Honey, kamu di mana? Aku di rumah nih. Mau jemput kamu tadinya, kita mau fitting baju pengantin kan?" tanya perempuan di sebrang yang Janaka kenal bernama Titania itu. "Aku lagi bareng Max. Bisa diundur?" "Diundur? Kenapa?" "Banyak masalah akhir-akhir ini Ta," dengkusnya. "Loh, aku kan bisa bantu sayang..." "Nggak usah, lagian ini aku sama Max mau jalan." "Oh oke kalo gitu, bye ... Honey!" "Bye..." Setelahnya Janaka turun dari taksi online-nya lalu mencari-cari wajah familiar dan mungil itu. "Naka?" "Eh, hai Agnes..." Mereka saling sapa dengan canggungnya. Apalagi Janaka. Dia tak tahu mengapa ia harus merasa secanggung ini. Aneh dan konyol! "Wartegnya sebelah sana, di goo

