38. Debar

1345 Kata

. Baru saja Janaka mau menelpon Agnes, menanyakan keberadaannya, ponselnya keburu berdering. "Ya?" "Honey, kamu di mana? Aku di rumah nih. Mau jemput kamu tadinya, kita mau fitting baju pengantin kan?" tanya  perempuan di sebrang yang Janaka kenal bernama Titania itu. "Aku lagi bareng Max. Bisa diundur?" "Diundur? Kenapa?" "Banyak masalah akhir-akhir ini Ta," dengkusnya. "Loh, aku kan bisa bantu sayang..." "Nggak usah, lagian ini aku sama Max mau jalan." "Oh oke kalo gitu, bye ... Honey!" "Bye..." Setelahnya Janaka turun dari taksi online-nya lalu mencari-cari wajah familiar dan mungil itu. "Naka?" "Eh, hai Agnes..." Mereka saling sapa dengan canggungnya. Apalagi Janaka. Dia tak tahu mengapa ia harus merasa secanggung ini. Aneh dan konyol! "Wartegnya sebelah sana, di goo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN