. Agnes sepertinya benar-benar kesal atau marah pada Janaka. Lelaki itu tak habis pikir. Padahal ia mengira semua baik-baik saja. Ia berasumsi demikian karena Agnes tak menampakkannya secara terang-terangan. Hanya saja Agnes lebih agresif kala ngambek. Lebih menunjukkan sikap kepemilikan terhadap dirinya, lebih posesif. "Sorry, I get my period..." cicitnya. "Huh?" "Aku dapet, bisa menepi ke mini market eh, maksudku, kita mampir ke rest area dulu ya?" "Oke," sahut Janaka. "Tembus nggak?" "Nggak tahu ..." bibirnya mengerucut. Kalau tak ingat sedang di jalan tol, Janaka akan mengecup bibir itu lagi. "Jangan ngambek lagi, akunya yang nggak tahan." "Ini baru menstruasi lagi setelah dua bulan, kemaren-kemaren aku stres kali ya?" Hampir saja Janaka mengerem mendadak, terkejut mende

