. Dibukanya pintu apartemen itu. Gelap. Janaka mendengkus kasar, sadar si empu apartemen belum pulang. Yakin bahwa perempuan yang ditunggunya pasti lama, Janaka masuk ke dalam kamar, mengedarkan pandangannya ke seantero kamar bernuansa vintage itu. Entahlah, Janaka baru memperhatikan kamar Titania. Selama ini perempuan itu tak pernah memperlihatkan sisi kehidupan lainnya. Apalagi hal pribadi. Yang ia tahu, dia sering melakukan konseling. Pernah dua-tiga kali mengantar Titania konsultasi. Namun tak pernah sedikitpun perempuan itu membuka sisi gelapnya, hal apa yang membuatnya harus rutin menemui seorang psikolog. Titania tak pernah mengungkapkan rahasianya selain 'si masa lalu' yang masih ia sayangi dan tak mau ia tinggalkan. Bahkan keluarga besar perempuan itu Janaka tak tahu. Titania

