45. Intuisi

1301 Kata

? . Agnes sebentar-sebentar melirik Janaka yang tampak kacau dan meracau frustasi. Memukul stir berulang kali dan mengumpat sekadar mengeluarkan endapan emosi. Agnes mendiamkannya, tak berusaha untuk menenangkan. Dirinya pun merasa terkejut, tak menduga Tatiana sanggup melakukan hal itu. Padahal jalanan cukup sepi untuk ukuran kota sebesar Jakarta, tak seramai malam biasanya. Namun untuk sampai di tempat tujuan terasa lambat. Itulah yang mereka berdua rasakan. "Rere ada di sana, kalo dia omong macem-macem kamu nggak usah tanggepin." Agnes cukup mengangguk menjawab perintah Janaka. Pikirannya pun kalut saat ini. Cemas tentu saja, bagaimanapun Tatiana sepupunya. Dia pun akan bersedih bila hal buruk terjadi padanya. Ponsel Agnes berkedip, sejak tadi ia silent agar tak mengganggu. Dia yak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN