? . Lelaki yang sudah berusia lebih dari setengah abad itu mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja setelah mendengar penuturan Janaka. Fandi, dia adalah pengacara keluarga Deni Wibawa. Janaka sengaja ingin menemui Fandi tapi kebetulan ia malah bertemu di rumah Rika saat Janaka ingin mengajak kakak angkat tertuanya itu bertukar pikiran. "Padahal Om baru saja mau menanyakan hal itu pada Rika. Tumben kamu nggak ada berkabar sama Om tentang hal sepenting ini," ujar Fandi. "Maaf, Om. Nggak maksud sama sekali untuk nggak kasih kabar, cuma emang semuanya serba mendadak." Janaka mengusap lengannya. Kening Fandi yang memang sudah ada kerutan semakin mengerut. Kacamatanya ia benarkan posisinya. "Kalian emh... anu duluan?" tanya Fandi dengan berbisik. "Ya Tuhan, Om, nggaklah!" keduanya terk

