? . Janaka memijat pelipisnya, dia sungguh tak habis pikir dengan jawaban yang ia dengar barusan terlontar begitu saja dari bibir Agnes. "Serius, Nes? Coba sekali lagi kami bilang. Siapa tahu kamu lagi keselipet lidah," ujar Janaka. Agnes mengembuskan napasnya,"Serius. Dan aku nggak akan ngomong dua kali. Ini yang terakhir Naka. Aku ingin kamu nikahin Ana," Setelah mereka adu argumen di depan Camelia, alih-alih memarahi keduanya, Camelia justru menyuruh Janaka mengantar Agnes pergi kerja. Dan di sinilah mereka terdampar. Bukan di kantor atau sesuai dengan jadwal kebanyakan orang saat pagi hari, melainkan di sebuah pelataran parkiran mall yang masih tutup, karena masih pagi. Hanya beberapa karyawan berseliweran yang hendak berangkat bekerja di mall tersebut. "Apa yang ada dalam hati

