. Ting! Sebuah notif berdenting. Janaka menggulir layar ponselnya, sudut bibirnya terangkat begitu melihat foto makanan tergelar di atas karpet. Agnes menulis di sana. Aku makan sampai mati! Tentu saja hal itu mencemaskannya. Segera ia menelpon gadis yang hobi membuat jantungnya berolah raga itu. "Jangan coba-coba," katanya begitu panggilannya tersambung. Terlihat Agnes terpingkal dari sebrang. Gadisnya memang absurd, abnormal, tapi menggemaskan! "Ka, aku makan yang mana dulu nih?" Agnes menampakkan spaghetti, burger ukuran jumbo lengkap dengan kentang goreng dan es krim. "Princess, I know you're not serious." "Makanannya udah ada, masa nggak serius sih?" cebiknya manja meski terlihat ada gurat sedih. Dan, Janaka tahu hal itu. "Princess, aku tahu kamu sedih. Apa Papi udah cerit

