. Cinta itu buta, begitu kata orang. Agnes berusaha menerima itu bahwa yang terjadi padanya adalah karena cinta yang membutakannya. Buta karena pendar pesonanya yang ternyata bukan miliknya dan bukan untuknya. Cinta itu tertuju untuk Tatiana. Kedua gadis saling bertemu dan bicara. Agnes tak mungkin mengelak dari permintaan Ana. Memang sudah saatnya mereka bicara. Agnes berusaha setenang mungkin, untuk menghalau perasaan tak enak gadis itu berdehem. Kalaulah dulu, ia akan berhambur memeluk sepupu kesayangannya itu. Namun sekarang ada sisi hati lainnya yang menahannya. Entahlah, ada perasaan asing yang mencoba menjadi tameng dan mengingatkan dirinya siapa Tatiana. Angin sepoi-sepoi menemani mereka di beranda samping, Agnes sengaja mengajak bicara di rumah saja, menurutnya itu lebih ama

