16. Watch out

1394 Kata

. Berkali-kali gadis itu memeriksa ponselnya, siapa tahu Janaka mengiriminya chat. Nihil! Baiklah, dia bisa menunggu. Mungkin beberapa jam atau beberapa menit lagi. Tapi keliatannya Agnes sudah tak sabar. Dia akhirnya yang menelpon Janaka. Panggilan pertama, kedua, ketiga hingga ia harus mengakhiri dan mengulanginya kembali. Dan.... "Agnes?" "Wow, kukira kamu akan lenyap dan melupakanku." Agnes merasa senang. "Aku dalam perjalanan ke Bandung," sahutnya. "Perjalanan bisnis, huh?" "Yup!" "Padahal aku pengen ketemu," rengek Agnes. Kekehan panjang di seberang sana. Sungguh, tawa Janaka jadi hiburan tersendiri bagi Agnes. Dia suka tawa lelaki itu. Dia juga suka senyum Janaka. Selain itu, kotak bento-nya... "Uhuk!" Agnes tiba-tiba tersedak lamunannya sendiri. Sebenarnya ada apa dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN