Rajena melipat celemek yang biasa ia pakai untuk bekerja dan menyimpannya dengan asal di atas meja. Kafe pada siang ini tidak terlalu ramai, maka dari itu Rajena bisa beristirahat sejenak untuk sekedar makan siang. Ia akan memakan bekal buatan Hayissa pada hari ini. "Kenapa harus dibentuk-bentuk gini sih," gumam Rajena sambil tertawa saat membuka kotak bekal. Bagaimana tidak, bekal yang Hayissa buatkan untuk Rajena dihias menjadi sebuah wajah. Hayisa tahu jika Rajena lebih suka telur dadar dibandingkan dengan telur ceplok, maka dari itu Hayissa membuat hiasan mata, hidung dan bibir di atas tumpukan mie dan nasi itu dari telur dadar. "Pasti punya dia sendiri gak dihias kayak gini, pasti punya dia biasa aja," lanjutnya. Saat hendak mengambil bagian dari makanan itu dengan sendok, tiba-tib

