16. Bukit Cemara

1957 Kata

            Perjumpaan dan perpisahan wajar akan terjadi di setiap episode manusia, putaran waktu yang bergulir tiada yang dapat menghentikan. Rotasi hidup Zain pun demikian beragam, kadang membuat sesak, kadang membuat sesal dan kadang mengundang empati. Menjadi dewasa dalam menjalani hidup di tengah gempuran dan arus tuntutan untuk menjadi layak di mata orang lain tak urung kadang menggelapkan bahkan mengenyahkan prinsip diri. Seseorang telah memperlihatkan kepada Zain bahwa bertahan demi prinsip hidup akan selalu membawa dua dampak, kesuksesan disertai permusuhan dan kegagalan disertai caci maki, maka Zain lebih memilih sukses dan meminimalisir permusuhan.             “Apa yang kau baca Zain?”tanya Rika yang melihat keseriusan Zain membaca di atas Bukit Cemara ini.             “Aku me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN