Tidak ada dalam bayangan Clarissa akan mengalami pengalaman yang super menegangkan seperti ini. Pertemuannya dengan Ian di BAR sungguh tidak masuk dalam akal Clarissa. Ian yang di kelas cenderung diam walau bukan seorang introvert mengatakan hal yang membuat Clarissa penasaran.’Mencintaiku? Apakah dia serius?’batin Clarissa sambil menekan keningnya, ‘Aku harus menanyakannya besok di kelas’batinnya sambil memasukkan buku kuliahnya ke dalam tas. Sebelum tidur Clarissa berencana untuk mengirim pesan kepada Bening untuk mengijinkannya datang agak terlambat. Namun, pada saat akan menulis pesan ada panggilan masuk dengan nomor yang tak dikenal. Kemungkinan itu adalah seseorang teman yang belum Clarissa simpan nomornya. Cukup lama Clarissa menimbang akan menerima atau me

