35. Singapore dan Dunia Malam

1860 Kata

Bening masih menyusuri trotoar jalan, saat menyadari langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang sangat dia kenal. Dari kejauhan melihat pundak itu, gaya berjalannya dan pakaian yang digunakan sangat klasikal khas Adam. Bening memerhatikan sikap Adam yang terlihat santai dengan caranya menyapa dan berbicara. Ingin hati menyusulnya tapi Bening diam terkaku. Setelah hampir dua tahun, Bening masih mengingat cara Adam menyampakkannya begitu saja tanpa penjelasan. Sakit dan keperihan hatinya pun masih terasa. Namun, tak membuat dia bisa melangkah. Adam melihat Bening dan tatapan matanya terlihat cinta--Bening sadar akan hal itu. Ada harapan Adam akan menghampirinya. Maka Bening menunggu, mencoba mencerna sikap itu dari jauh. Tapi setelah beberapa detik berlalu, Bening tahu Adam benar-benar in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN