Hari pernikahan Rika dan Zain sudah tiba, semua anggota keluarga sudah datang dan berkumpul. Akad nikah berlangsung lancar dengan satu tarikan napas. Zain berhasil mengucapkan ikrar akadnya di hadapan penghulu dan para saksi dan ketika kata sah menggema barulah Zain merasa lega. Dua hari sebelum pernikahan merupakan rasa yang paling dahsyat untuk Zain. Jika bicara dihadapan orang banyak sangat mudah dilakoni oleh Zain beda perkara pada saat Ijab Kabul akan dilaksanakan, diliputi rasa gugup dan cemas sampai buku-buku tangan Zain dingin dan memutih. Setelah acara akad selesai dan melihat Rika keluar barulah raut wajah Zain berubah menjadi sumringah. Melihat wanitanya begitu cantik dengan balutan kebaya berenda putih membuat Rika yang sudah putih terlihat semakin putih. Tidak ada

