BAB 4 Menuju Perpisahan Naya terbangun dan menutup mata dari sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah jendela yang tidak tertutup rapat. Kicauan burung terdengar dengan merdunya, menandakan hari sudah terang. Perempuan itu memutuskan untuk mengambil cuti karena merasa kurang enak badan sejak kemarin. Naya beranjak dari pembaringan dengan malas dan membasuh wajah dengan air dari wastafel. Dia menyesal telah meninggalkan waktu subuh akibat tidur terlalu larut. Perlahan Naya membuka jendela yang tidak terkunci. Dia sengaja tidak melakukannya karena semalam mata sudah terlalu berat untuk terbuka. Lagi pula, kamar Naya terletak di lantai dua. Jadi, menurutnya tetap aman meski jendela tidak tertutup rapat. Suara ketukan pintu terdengar seiring dengan namanya disebut. Naya bergegas m

