BAB 24 Takdir

1103 Kata

BAB 24 Takdir Semakin hari, Naya semakin dekat dengan Alya. Kehadiran anak itu sangat berarti bagi Naya. Karenanya, Naya menjadi lebih semangat dari sebelumnya. Dita yang melihat keakraban kakaknya dengan Alya, merasa ikut senang atas perubahan Naya. “Alya mau minum apa?” tanya Naya. Kali ini ia mengajak Alya duduk di depan pintu kafe supaya anak itu bisa leluasa melihat keramaian dari jendela kaca yang cukup lebar. Alya yang duduk menghadap pintu, sesekali melihat ke luar. “Ada apa, Sayang?” tanya Naya heran. “Mbak Lia bilang, hari ini aku dijemput papa. Tapi papa kok nggak datang-datang, ya?” Perempuan kecil itu mulai menggerutu. Naya menggenggam jemari kecil Alya. “Kalau gitu, mendingan Alya minum dulu sambil tunggu papa,” ucapnya. “Ya udah, deh. Alya mau minum es cokelat aja, b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN