BAB 25 Sakit

1141 Kata

BAB 25 Sakit Detik demi detik terus berlalu. Hampir satu bulan ini Naya hanya mengurung diri di dalam ruangannya setiap kali menemani Dita bekerja. Ia selalu menghindar jika Alya datang mencarinya. Diam-diam, Naya kerap kali memerhatikan peri kecil itu keluar kafe dengan muka masam jika tidak berhasil menemuinya. Bukan hanya Alya yang merasakan pilu. Naya pun sama. Meski ia selalu menolak untuk menemui Alya, tapi hati kecilnya tidak bisa dibohongi. Bahwa sejujurnya, Naya ingin sekali menemui anak itu, lalu membawa peri kecil itu ke dalam dekapan. “Mbak ....” Dita muncul dari balik pintu ruangan Naya. Adik semata wayangnya itu membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Naya sedikit terkejut karenanya. Tanpa menjawab, Naya yang sedang duduk di balik meja kerjanya menoleh ke arah Di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN